Pemkot Bandung Pastikan Kesehatan Satwa Bandung Zoo Diawasi Ahli

BeritaBandungRaya.com – Kondisi kesehatan satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Penutupan sementara kawasan wisata edukasi tersebut akibat dualisme pengelolaan memicu kekhawatiran publik, terutama terkait potensi stres pada satwa.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa sembarangan menyimpulkan kondisi psikologis satwa. Ia menyebut hanya tenaga ahli dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI yang memiliki kewenangan ilmiah untuk menilai kondisi kesehatan hewan.

“Yang berhak menentukan satwa stres atau tidak itu pertama para ahli, dan kedua Kementerian Kehutanan. Saat ini kami masih menunggu hasil penelitian resmi dari ahli yang ditunjuk Kemenhut,” ujar Farhan, Kamis (22/1/2026).

BACA JUGA: Pemkot Bandung Bakal Ubah Nama Taman Tematik, Dinilai Tak Lagi Relevan dengan Aktivitas Warga

Penelitian Kondisi Satwa Masih Berjalan

Farhan menjelaskan bahwa para ahli masih melakukan penelitian terhadap seluruh satwa di Bandung Zoo. Karena itu, Pemkot Bandung belum bisa memastikan apakah satwa berada dalam kondisi normal atau mengalami stres.

“Penelitiannya masih berjalan. Pendapat ahli yang muncul di media saat ini sifatnya masih pengamatan dari luar,” jelasnya.

Meski demikian, Farhan menegaskan Pemkot Bandung tetap memperhatikan setiap masukan yang muncul. Ia menilai kritik dan pandangan publik sebagai bahan awal yang penting.

Masukan Publik Jadi Bahan Evaluasi Kemenhut

Farhan menyampaikan bahwa Pemkot Bandung akan menyampaikan seluruh masukan tersebut kepada Kementerian Kehutanan. Pemerintah ingin menjadikan informasi itu sebagai bahan evaluasi lanjutan yang lebih komprehensif.

Menurutnya, Kemenhut kini tengah menyiapkan kajian mendalam untuk menilai kondisi fisik dan psikologis satwa secara objektif. Kajian ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh terkait dampak penutupan Bandung Zoo terhadap kesejahteraan satwa.