Pengamat ICT: Peran Guru Krusial Cegah Dampak Negatif Gim Daring pada Anak

BeritaBandungRaya.com – Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam mengedukasi anak mengenai risiko paparan konten negatif dari gim daring. Ia menilai pendekatan personal dari guru lebih efektif ketimbang menambah kurikulum formal khusus literasi digital di sekolah.

BACA JUGA : Riset Global: Indonesia Dinobatkan sebagai Negara dengan Durasi Bermain Mobile Game Terlama di Dunia

Menurut Heru, guru berada di garda terdepan dalam berinteraksi langsung dengan siswa. Karena itu, mereka dinilai mampu memahami perilaku anak secara lebih dekat dan dapat memberikan bimbingan yang tepat dalam penggunaan teknologi dan platform digital.

“Guru memiliki peran penting untuk mengawasi sekaligus mengarahkan anak dalam menggunakan gim daring secara sehat. Tidak harus dijadikan kurikulum formal, tetapi pendekatan personal dan edukatif sudah sangat efektif,” ujar Heru, Rabu (12/11/2025).

Peran Guru dan Literasi Digital di Sekolah

Heru menilai bahwa literasi digital pada anak sebaiknya dilakukan dengan cara yang fleksibel, kontekstual, dan menyenangkan. Menurutnya, pendekatan formal melalui kurikulum justru berpotensi membuat anak merasa terbebani.

Ia menambahkan, yang terpenting adalah guru dan orang tua memahami ekosistem digital yang digunakan anak, termasuk jenis gim yang dimainkan serta risiko yang mungkin muncul. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya diawasi, tetapi juga diajak berdialog untuk memahami batas antara hiburan dan bahaya digital.