BeritaBandungRaya.com – Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memaparkan progres terbaru penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)—program pembiayaan yang menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan akses modal bagi pelaku UMKM.
Dalam laporannya, Maman mengungkapkan bahwa hingga 15 November 2025, penyaluran KUR telah mencapai Rp238,7 triliun, atau sekitar 83,2 persen dari target pembiayaan nasional tahun ini. Dana tersebut telah disalurkan kepada sekitar 4 juta debitur di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: BLT Kesra Rp900 Ribu Tak Kunjung Cair? Ini Penyebabnya dan Cara Agar Bantuan Segera Masuk Rekening
Capaian ini, menurutnya, menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan produktif di sektor UMKM sekaligus menegaskan pentingnya KUR sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM dinilai tetap menjadi salah satu sektor paling vital dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah upaya pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi domestik.
Maman menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan skema KUR agar lebih inklusif dan mampu menjangkau pelaku usaha kecil yang selama ini belum tersentuh pembiayaan perbankan. Kementerian UMKM menargetkan agar penyerapan KUR tahun ini dapat mencapai angka maksimal seiring meningkatnya permintaan dari berbagai daerah.
BACA JUGA: Cara Mendapatkan Uang dari Instagram, Salah Satunya Jadi Pemburu Giveaway
Rapat kerja ini juga membahas berbagai tantangan lapangan yang masih ditemui dalam distribusi KUR, termasuk aspek digitalisasi proses pengajuan, pemerataan akses di daerah terpencil, serta upaya mengurangi tingkat kredit bermasalah (NPL).
Dengan sisa waktu menjelang akhir tahun anggaran, Maman optimistis bahwa target penyaluran KUR dapat tercapai. Pemerintah, katanya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan perbankan penyalur dan lembaga terkait agar akses pembiayaan semakin mudah dan terjangkau bagi para pelaku UMKM.***








