Pesawat ATR 42-500 IAT Jatuh di Gunung Bulusaraung, Operasi SAR Masuki Tahap Evakuasi

Pencarian dilakukan melalui dua metode, yakni penyisiran darat dan pemantauan udara. Tim darat dibagi ke dalam empat regu yang menyisir jalur Balocci (Pangkep) dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana (Maros). Sementara itu, dua tim rescue udara dikerahkan untuk memantau titik koordinat dan mendukung evakuasi jika korban ditemukan.

Baca Juga: Top 10 Netflix Pekan Ini: People We Meet on Vacation Ungguli Stranger Things 5 di Netflix

Cuaca buruk berupa hujan, kabut tebal, dan medan pegunungan terjal menjadi tantangan utama. Bahkan jarak pandang di beberapa titik hanya mencapai 5 hingga 10 meter.

RS Bhayangkara Jadi Rujukan, Tim DVI Dikerahkan

Kapolda Sulsel menegaskan pihaknya telah menyiapkan RS Bhayangkara Makassar sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan korban. Pemeriksaan antemortem akan dilakukan dengan dukungan penuh Tim DVI Mabes Polri.

“Seluruh personel dan fasilitas telah disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban,” tegas Djuhandhani saat meninjau posko di Bandara Sultan Hasanuddin.

Mesin Sempat Bermasalah Sehari Sebelum Insiden

Di sisi lain, Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, mengakui pesawat ATR 42-500 PK-THT sempat mengalami gangguan teknis sehari sebelum insiden. Namun, menurutnya, masalah tersebut telah diperbaiki dan diuji pada Jumat (16/1/2026).

“Memang ada problem kecil di enginering, tapi sudah kami perbaiki dan tes sebelum penerbangan,” kata Edwin.

Baca Juga: BabatuRun Ganesha 2026 Meriahkan HUT ke-31 Kodiklatad, Diikuti 2.500 Peserta

Data Penerbangan dan Posisi Terakhir Pesawat

Berdasarkan data Flightradar24, pesawat lepas landas dari Yogyakarta pukul 08.08 WIB, sementara Flightaware mencatat kontak terakhir pesawat pada pukul 12.22 WITA. Data awal dari AirNav Indonesia menunjukkan posisi terakhir berada di koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT, wilayah perbatasan Maros–Pangkep.