BeritaBandungRaya.com – Penolakan terhadap rencana pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicadas, Kota Bandung, mulai mengemuka. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani menyuarakan keberatan mereka dengan memasang spanduk bernada protes di sekitar kios dan lapak dagangan.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan spanduk berwarna putih dengan tulisan cat merah mencolok terbentang di dinding kios pedagang. Tulisan-tulisan tersebut mencerminkan keresahan PKL yang merasa belum mendapat kepastian terkait nasib usaha mereka di tengah rencana pembangunan koridor BRT.
Salah satu spanduk berisi ungkapan bernada reflektif dalam bahasa Sunda yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Isinya menyinggung perjuangan hidup pedagang kecil yang harus bertahan dalam kondisi serba tidak pasti. Spanduk lain secara gamblang menyoroti situasi perdagangan yang kian sepi sejak pandemi Covid-19, ditambah munculnya kabar pembangunan yang dinilai berpotensi memperburuk keadaan.
Meski spanduk protes bermunculan, aktivitas jual beli di kawasan Pasar Cicadas masih berlangsung. Sejumlah pedagang tetap membuka lapak, sementara pembeli terlihat datang meski jumlahnya tidak seramai sebelumnya. Namun, tak sedikit kios yang tampak tutup karena minimnya pengunjung.
Baca Juga: HP Sering Restart Sendiri? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Ponsel Kembali Normal
Sebagian PKL memilih tidak banyak bicara saat dimintai keterangan. Mereka mengaku bingung dan khawatir karena belum pernah menerima sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana pembangunan jalur BRT tersebut. Kekhawatiran utama para pedagang adalah soal kelangsungan usaha jika kios mereka harus dibongkar.







