BeritaBandungRaya.com – Kepolisian Resor Kota Besar Bandung tengah menyelidiki pihak yang meletakkan benda mencurigakan menyerupai bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kosambi, Kota Bandung.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Budi Sartono memastikan situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif setelah dilakukan penanganan oleh tim penjinak bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Barat.
“Setelah dinyatakan aman, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mulai menyelidiki siapa yang meletakkan benda tersebut,” ujar Budi, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
BACA JUGA: Klasemen Medali SEA Games 2025 Terbaru: Indonesia Lampaui Target 80 Emas, Thailand Masih Memimpin
Bukan Bahan Peledak, Polisi Tetap Lakukan Penyelidikan
Budi menjelaskan, hasil pemeriksaan awal memastikan benda mencurigakan itu bukan bahan peledak dan tidak membahayakan masyarakat. Meski demikian, pihak kepolisian tetap memandang serius kejadian tersebut dan melanjutkan proses penyelidikan.
“Intinya, setelah kami ambil alih, dipastikan itu bukan barang berbahaya atau bahan peledak. Namun, penyelidikan tetap kami lakukan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan tim Jibom Brimob Polda Jabar, benda yang sempat menghebohkan warga itu diketahui terbuat dari kayu, meski sebelumnya terlihat menyerupai rangkaian bom karena dilengkapi kabel berwarna-warni.
“Tidak ditemukan bom maupun bahan peledak. Benda tersebut merupakan kayu,” tegas Budi.
Kemungkinan Unsur Kesengajaan Masih Didalami
Terkait kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum, termasuk penerapan Undang-Undang Terorisme, Budi menyebut pihaknya belum dapat menarik kesimpulan. Polisi masih mendalami motif serta maksud dari peletakan benda tersebut.
“Kita akan lihat dulu, apakah ada unsur kesengajaan dan apa maksud dari perbuatannya,” ujarnya.
Penyelidikan dilakukan dengan melibatkan Kriminal Umum Polda Jawa Barat dan satuan Brimob, termasuk pengumpulan barang bukti serta pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi.
“Di sekitar ruko ini aktivitas masyarakat cukup ramai. Kami akan mulai dengan mencari saksi-saksi sebanyak mungkin,” tambah Budi.












