Jalur Arteri dan Selatan Tak Luput dari Kemacetan
Selain tol, jalur non-tol juga diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan.
Nagreg – Cileunyi
Kawasan Nagreg dikenal sebagai salah satu titik kemacetan klasik saat mudik maupun arus balik. Jalur ini menjadi pertemuan kendaraan dari arah Garut, Tasikmalaya, dan Jawa Tengah selatan menuju Bandung.
Lembang – Subang – Ciater
Wilayah ini berpotensi padat karena bercampurnya arus balik dengan wisatawan yang masih menikmati libur Lebaran di kawasan utara Bandung.
Faktor Penyebab Kepadatan Arus Balik
Beberapa faktor yang membuat Bandung menjadi titik rawan kemacetan saat arus balik antara lain:
- Tingginya jumlah penduduk yang bekerja di kota besar namun berasal dari daerah
- Bandung sebagai destinasi wisata favorit selama libur Lebaran
- Pertemuan arus kendaraan dari berbagai jalur nasional
- Keterbatasan kapasitas jalan di wilayah pegunungan
Dominasi kendaraan pribadi juga memperbesar potensi kemacetan, terutama pada jalur dengan karakteristik menanjak dan berkelok.
Waktu Rawan Kepadatan dalam Sehari
Selain tanggal, waktu perjalanan juga memengaruhi tingkat kelancaran lalu lintas. Kepadatan umumnya meningkat pada:
- Pagi hingga siang hari saat pemudik mulai bergerak
- Sore hingga malam hari ketika volume kendaraan menumpuk
- Hari Minggu terakhir sebelum aktivitas kembali normal
BACA JUGA: Titik Kemacetan Terparah di Bandung Saat Mudik Lebaran, Pemudik Wajib Waspada
Imbauan bagi Pemudik
Pemudik yang akan kembali ke Bandung disarankan untuk menghindari tanggal puncak dan mempertimbangkan perjalanan lebih awal atau lebih akhir dari periode tersebut.
Selain itu, penting untuk memantau informasi lalu lintas terkini serta kemungkinan rekayasa jalan seperti sistem satu arah atau contraflow yang biasanya diterapkan pada masa arus balik.
Persiapan kondisi kendaraan, kesehatan pengemudi, serta perencanaan rute alternatif juga menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman.










