“Sebagian besar pemudik akan mudik menggunakan mobil dengan total sekitar 16,75 juta jiwa,” kata Dhani.
Untuk jalur yang dilalui pemudik, Tol Trans Jawa yang mencakup ruas Jakarta–Cikampek–Cipali–Palikanci diprediksi menjadi jalur paling padat. Diperkirakan sekitar 14,18 juta orang akan melintasi jalur tol tersebut selama periode mudik Lebaran 2026.
Selain itu, jalur arteri selatan yang meliputi Bandung–Cileunyi–Nagreg–Limbangan–Malangbong–Tasikmalaya–Ciamis–Banjar juga diperkirakan dilalui sekitar 2,9 juta pemudik. Sementara jalur tol Cikampek–Cipularang–Padaleunyi diproyeksikan dilintasi sekitar 1,96 juta orang.
Baca Juga: 7 Tradisi Lebaran di Indonesia yang Masih Dilestarikan Hingga Sekarang
Dalam proyeksi Dishub Jabar, Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan mudik paling banyak dikunjungi pada Lebaran tahun ini. Diperkirakan sekitar 2,94 juta orang akan menuju wilayah tersebut untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Selain mudik, sebagian masyarakat juga melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan lain. Dishub mencatat sekitar 0,5 juta orang melakukan perjalanan wisata, sekitar 0,29 juta orang melakukan kunjungan silaturahmi tanpa pulang kampung, sekitar 0,01 juta orang melakukan perjalanan terkait pekerjaan, serta sekitar 0,05 juta orang untuk kegiatan lainnya.
Sementara itu, puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua periode. Periode pertama diperkirakan berlangsung pada H+2 Idulfitri atau Selasa, 24 Maret 2026 dengan jumlah pergerakan sekitar 4,12 juta orang. Sedangkan periode kedua diperkirakan terjadi pada H+6 Idulfitri atau Sabtu, 28 Maret 2026 dengan sekitar 3,9 juta orang melakukan perjalanan kembali.











