“Coach bilang, lebih pressing karena kita ketinggalan 2–1. Saya agresif, dan Alhamdulillah, rezeki datang dari situ,” katanya.
Dua gol itu bukan hanya memberi tiga poin berharga bagi Persib di laga tandang, tetapi juga menegaskan karakter pantang menyerah tim kebanggaan Bobotoh tersebut.
Perjalanan Panjang Adam Alis: Dari SSB Kampung ke Panggung Asia
Lahir di Jakarta pada 19 Desember 1993, Adam Alis Setyano telah mencintai sepak bola sejak kecil. Ia menimba ilmu di SSB Persigawa Selatan lalu SSB ASIOP, sebelum menembus level profesional bersama Persitangsel pada 2012.
Kariernya berlanjut ke Perserang Serang dan Martapura FC, hingga menarik perhatian klub-klub besar. Tahun 2015, impiannya bermain untuk klub masa kecilnya, Persija Jakarta, terwujud meski hanya sebentar karena kompetisi terhenti.
Adam kemudian sempat berpetualang ke luar negeri bersama klub East Riffa (Bahrain) sebelum kembali ke tanah air memperkuat Barito Putera, lalu bersinar bersama Arema FC. Di sana, ia meraih gelar Pemain Terbaik Piala Presiden 2017.
Setelah sempat membela Sriwijaya FC dan Bhayangkara FC, Adam kembali ke Arema lalu bergabung dengan Borneo Samarinda, di mana ia berperan penting membawa tim menjuarai Reguler Series Liga 1 2023–24.
Pada Juli 2024, Persib Bandung mendatangkannya dengan status pinjaman selama enam bulan — keputusan yang kini terbukti jitu.
Berpengalaman di Level Tim Nasional
Adam juga berpengalaman memperkuat tim nasional Indonesia sejak kelompok usia U-23. Ia mencetak gol debut untuk timnas senior pada 2021 dalam laga uji coba melawan Afghanistan di Dubai. Terakhir, Adam sempat dipanggil ke skuad Piala Asia AFC 2023 dan tampil saat Indonesia mengalahkan Vietnam.
Gelandang Religius dan Keluarga Harmonis
Di luar lapangan, Adam dikenal sebagai sosok religius dan keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Fajrin Ayu Liana dan dikaruniai dua anak. Pemain yang mengidolakan Luka Modric dan Inter Milan ini juga sering menegaskan bahwa setiap keberhasilannya adalah “rezeki dari Allah SWT”.







