Karier Hodak kemudian mencapai puncaknya di Liga Malaysia. Ia tercatat meraih berbagai gelar prestisius, termasuk juara liga, Piala FA, Malaysia Cup, hingga Malaysian Super Cup. Tak hanya di level klub, Hodak juga pernah mengantar Timnas Malaysia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2018.
Rekam jejak tersebut menjadikan Bojan Hodak sebagai salah satu pelatih asing paling disegani di Asia Tenggara sebelum akhirnya berlabuh di Bandung.
Transformasi Persib di Era Bojan Hodak
Kedatangan Bojan Hodak membawa perubahan signifikan pada permainan Persib Bandung. Ia dikenal mengusung organisasi pertahanan yang rapi, transisi cepat, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Baca Juga: 4 Cara Membuat TV Jernih Meski Pakai Antena Biasa, Gambar Lebih Bersih Tanpa Semut
Hasilnya terlihat jelas. Pada musim 2023/2024, Persib sukses merengkuh gelar juara Liga Indonesia. Prestasi tersebut berlanjut pada musim 2024/2025, ketika Maung Bandung kembali keluar sebagai kampiun dan mencatatkan sejarah juara dua kali beruntun di era Liga 1.
Keberhasilan tersebut menempatkan Bojan Hodak sebagai pelatih asing pertama yang membawa Persib Bandung meraih back-to-back championship.
Konsistensi di Musim 2025/26
Pada musim 2025/26, performa Persib di bawah asuhan Hodak tetap stabil. Kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta pada laga pamungkas putaran pertama Super League 2025/26 memastikan Persib menjadi juara paruh musim dengan raihan 38 poin.
Meski demikian, Hodak menegaskan bahwa gelar juara paruh musim bukanlah target utama. Ia menilai kompetisi masih panjang dan fokus tim saat ini adalah menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat, terutama karena Persib juga tampil di level Asia.
Kiprah Persib di AFC Champions League Two
Selain bersaing di liga domestik, Bojan Hodak juga sukses membawa Persib Bandung melangkah jauh di kompetisi Asia. Maung Bandung keluar sebagai juara Grup G AFC Champions League Two dan memastikan tiket ke babak 16 besar.






