1. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
-
13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
-
14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
-
15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
2. Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin dan Kamis dapat dikerjakan sepanjang bulan Rajab.
-
Desember 2025: 22, 25, dan 29 Desember
-
Januari 2026: 1, 5, 8, 12, 15, dan 19 Januari
3. Puasa Sunnah Mutlak
Sebagian ulama menganjurkan berpuasa pada hari-hari awal bulan Rajab (tanggal 1–10 Rajab) sebagai bentuk pemuliaan bulan haram, selama tidak meyakini adanya keutamaan khusus tanpa dalil.
Bacaan Niat Puasa Rajab
Niat puasa sunnah Rajab boleh dilakukan di malam hari atau di siang hari sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.”
Jika puasa Rajab digabungkan dengan qadha puasa Ramadan, maka niat qadha wajib dilakukan di malam hari.
Dalil dan Keutamaan Puasa Rajab
Rajab termasuk bulan haram sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal saleh di bulan-bulan haram, termasuk puasa.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan berbukalah.”
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kesunnahan puasa di bulan haram, termasuk Rajab. Meski tidak ada dalil sahih yang mengkhususkan pahala tertentu untuk puasa Rajab, keutamaan bulan haram sudah cukup menjadi dasar anjuran berpuasa.












