BeritaBandungRaya.com – Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang pada pertengahan Maret. Pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat tajam seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Polri, serta operator jalan tol, mobilitas pemudik tahun ini mencapai ratusan juta orang dengan kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi dominan.
Jumlah pemudik secara nasional diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang.
BACA JUGA: Mudik dari Bandung ke Jakarta dan Jawa Tengah: Rute Favorit dan Tips Perjalanan
Dua Gelombang Puncak Arus Mudik 2026
Pemerintah dan aparat lalu lintas memetakan kepadatan tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi menjadi dua periode utama.
Gelombang Pertama
Diperkirakan terjadi pada:
14–15 Maret 2026
Periode ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan ekstrem.
Gelombang Kedua (Puncak Utama)
Diperkirakan terjadi pada:
18–19 Maret 2026 (H-3 hingga H-4 Lebaran)
Tanggal ini diprediksi menjadi periode terpadat karena mayoritas pekerja mulai libur dan melakukan perjalanan pulang kampung secara bersamaan.
Sejumlah pihak bahkan menyebut kepadatan tertinggi kemungkinan terjadi pada 18 Maret 2026.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Untuk mengurai kemacetan, pemerintah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di jalur utama, khususnya Tol Trans Jawa, antara lain:
-
Sistem satu arah (one way)
-
Contraflow
-
Ganjil genap
-
Pembatasan kendaraan berat
Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga didorong agar masyarakat dapat berangkat lebih fleksibel dan tidak menumpuk pada satu waktu.








