Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen KAI 2025 Resmi Dirilis, Ini Cara Cek Kelulusan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, menuturkan bahwa meski jumlah korban meningkat, kondisi para siswa berangsur membaik. Dari 30 siswa yang sempat dirawat inap, kini tersisa 10 orang yang masih menjalani perawatan intensif. “Sebagian besar sudah pulang karena kondisinya membaik. Mudah-mudahan semuanya bisa segera pulih,” kata Leli.
Tidak hanya di Garut, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 13 murid SD dan PAUD di Kecamatan Cikalong mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu mi ayam dari program MBG, Kamis (18/9/2025). Para korban mengeluhkan gejala serupa dan langsung dilarikan ke Puskesmas serta klinik setempat.
Kapolsek Cikalong, AKP Dede Darmawan, membenarkan adanya insiden tersebut. “Semua korban anak-anak, saat ini sudah ditangani tenaga medis dan masih dalam observasi,” ujarnya. Kondisi puskesmas bahkan sempat penuh dengan pasien anak-anak, hingga videonya viral di media sosial.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, meminta agar pihak SPPG lebih profesional dalam mengelola program MBG. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan prioritas nasional yang harus dijalankan dengan standar tinggi. “Karena ini program unggulan pemerintah, semua pihak wajib memastikan bahan baku, proses pengolahan, dan distribusinya benar-benar higienis,” tegasnya.
Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis kini menjadi perhatian luas. Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus terulang. Meski sebagian besar korban sudah membaik, masyarakat berharap agar pelaksanaan program MBG ke depan lebih aman dan tepat sasaran.***











