-
300 ml santan kental
-
2 batang serai, dimemarkan
-
5 lembar daun jeruk, tulangnya dibuang
-
1 ruas kunyit, dimemarkan (atau 1 sendok teh kunyit bubuk)
Cara Membuat Bika Ambon Bersarang
1. Menyiapkan Santan dan Biang
Rebus santan bersama serai, daun jeruk, dan kunyit sambil terus diaduk hingga mendidih. Setelah itu, matikan api dan biarkan hingga suhunya hangat.
Di wadah terpisah, campurkan air hangat, ragi, dan gula. Diamkan sekitar 10–15 menit sampai berbusa sebagai tanda ragi aktif.
2. Membuat Adonan Utama
Campurkan tepung tapioka, tepung terigu, gula, dan garam dalam wadah besar. Tuangkan biang ragi, lalu masukkan santan hangat secara bertahap sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak menggumpal.
3. Fermentasi Adonan
Masukkan telur kocok dan margarin cair, aduk hingga tercampur rata. Tutup wadah menggunakan kain bersih atau plastik wrap, lalu diamkan selama 1–2 jam hingga adonan berbuih banyak.
4. Proses Pemanggangan
Panaskan oven atau cetakan di atas kompor dengan api kecil. Olesi cetakan dengan margarin. Tuang adonan dan biarkan terbuka hingga muncul gelembung-gelembung di permukaan.
5. Penyelesaian
Setelah permukaan mulai berlubang dan mengering, tutup cetakan dan panggang hingga matang sempurna selama kurang lebih 30–40 menit. Lakukan tes tusuk untuk memastikan kue matang merata.
BACA JUGA: 10 Rekomendasi Bubur Ayam Legendaris di Bandung, Kental, Gurih, dan Favorit Warga
Tips Penting Agar Bika Ambon Tidak Bantat
-
Pastikan santan hanya dalam kondisi hangat, bukan panas, agar ragi tetap aktif.
-
Gunakan ragi instan yang masih baru dan selalu lakukan uji biang.
-
Jangan terlalu sering membuka tutup oven atau cetakan agar suhu tetap stabil.
-
Proses fermentasi tidak boleh terburu-buru karena menentukan pembentukan sarang.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Bika Ambon buatan rumahan dapat memiliki tekstur kenyal, aroma harum khas serai dan daun jeruk, serta sarang yang terbentuk sempurna. Resep ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba membuat kue tradisional tanpa khawatir gagal.***










