Respons Bencana Sumatera, Rumah Zakat Jangkau 50.695 Penerima Manfaat dan Siapkan Program Pemulihan Berkelanjutan

Baca Juga: Tanggal 19 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Selain aksi lapangan, Rumah Zakat juga mengintensifkan penghimpunan dana publik sebagai bagian dari gerakan solidaritas nasional. Hingga 17 Desember 2025, tercatat total dana terhimpun sebesar Rp16.209.710.236, dengan Rp12.606.713.321 telah disalurkan untuk mendukung respons darurat dan distribusi bantuan. Sementara itu, saldo program sebesar Rp3.602.996.915 dipersiapkan untuk mendukung keberlanjutan program pemulihan pascabencana.

Chief Marketing Officer Rumah Zakat, Didi Sabir, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pengelolaan dana kebencanaan. “Kami memastikan seluruh proses penghimpunan dan penyaluran dana disampaikan secara terbuka kepada publik. Kepercayaan donatur adalah amanah, dan setiap rupiah yang dititipkan harus memberikan dampak nyata bagi penyintas,” ungkapnya.

Program Peduli Bencana Sumatera dijalankan melalui kolaborasi puluhan mitra lintas sektor, mulai dari lembaga pemerintah, korporasi, komunitas, hingga institusi filantropi nasional. Kolaborasi ini menjadi penguat utama dalam memperluas jangkauan bantuan sekaligus mempersiapkan transisi dari fase tanggap darurat menuju masa pemulihan.

Baca Juga: GEMAR Tuai Apresiasi, Dorong Peran Ayah Lebih Aktif dalam Pendidikan Anak

Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Rumah Zakat menyiapkan langkah-langkah strategis yang mencakup perbaikan hunian dan fasilitas dasar, dukungan hunian sementara dan hunian tetap, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, serta penguatan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan penanganan bencana nasional dan menjadi bagian dari kontribusi masyarakat sipil dalam mendukung pemulihan Sumatera secara berkelanjutan.***