Rusia Isyaratkan Pengiriman Rudal Hipersonik ke Venezuela, Picu Kekhawatiran Ketegangan Baru di Belahan Barat

BeritaBandungRaya.com – Rusia kembali meningkatkan suhu geopolitik global setelah menyatakan kemungkinan mengirim rudal hipersonik Oreshnik ke Venezuela. Sinyal kuat ini disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Karibia, yang belakangan mengarah pada gesekan baru antara Washington dan Caracas.

BACA JUGA : Filipina dan Kanada Teken Pakta Pertahanan Baru, Tantang Pengaruh Tiongkok di Laut Cina Selatan

Wakil Ketua Komite Pertahanan Parlemen Rusia, Alexei Zhuravlyov, menyebut tidak ada alasan bagi Moskow untuk menahan diri memberikan sistem senjata canggih kepada Venezuela — negara yang ia sebut sebagai “sekutu sahabat”.

“Rusia adalah salah satu mitra utama Venezuela dalam kerja sama militer-teknis. Kami memasok hampir seluruh jenis senjata, dari senjata ringan hingga jet tempur,” ujarnya kepada Gazeta.Ru, dikutip Newsweek, Rabu (5/11/2025).

Zhuravlyov juga mengatakan bahwa rincian pengiriman bersifat rahasia, dan langkah ini bisa mengejutkan Amerika Serikat. Menurutnya, tidak ada komitmen internasional yang membatasi Rusia dalam memberikan dukungan tersebut.

Ketegangan Meningkat: AS Perkuat Operasi Militer di Perairan Venezuela

Keterangan pejabat Rusia itu muncul di tengah meningkatnya operasi militer AS di sekitar perairan Venezuela. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengerahkan jet tempur, pembom strategis, pesawat pengintai, drone, kapal perang, hingga marinir ke kawasan Karibia dengan dalih memerangi jaringan narkotika.

Sejak September, operasi tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari selusin serangan dan menimbulkan lebih dari 60 korban jiwa, sebagian besar di wilayah yang diklaim berangkat dari Venezuela.

Kondisi ini mendorong Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta dukungan militer tambahan dari Rusia, China, dan Iran — langkah yang semakin mempertegas blok politik global yang terbelah.