Saham BBRI Turun Lebih dari 10% Sepanjang 2025, Asing Net Sell Rp9,8 Triliun, Ini Prospek 2026

BeritaBandungRaya.com – Kinerja saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang tahun 2025 masih berada dalam tekanan. Saham bank BUMN tersebut tercatat melemah lebih dari 10 persen secara year to date (YTD), seiring derasnya aksi jual investor asing yang mencapai Rp9,8 triliun.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBRI mencatatkan level terendah di Rp3.360 dan level tertinggi di Rp4.450 sepanjang 2025. Pada penutupan perdagangan terakhir tahun ini, Senin (30/12/2025), saham BBRI ditutup di level Rp3.660, turun 3,17 persen.

Pelemahan tersebut terjadi seiring berakhirnya cum date dividen interim perseroan pada 29 Desember 2025, yang secara teknikal menekan pergerakan harga saham.

BACA JUGA: Asing Ramai-ramai Net Sell Saham Bank Jumbo, BBCA Terbesar Sepanjang 2025

BRI Tebar Dividen Interim Rp20,63 Triliun

Di tengah tekanan harga saham, BRI tetap menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dengan membagikan dividen interim tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, perseroan mengalokasikan dividen interim sebesar Rp20,63 triliun atau setara Rp137 per saham.

Adapun daftar pemegang saham (DPS) yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 2 Januari 2026, dengan jadwal pembayaran dividen interim pada 15 Januari 2026.

Prospek 2026: Masuk Saham Pilihan Oso Sekuritas

Sementara itu, Oso Sekuritas dalam laporan Equity Market Outlook 2026 memasukkan saham BBRI sebagai salah satu saham rekomendasi untuk tahun depan. Meski mengakui tekanan pada kinerja 2025, broker menilai potensi pemulihan mulai terlihat pada 2026.

Oso Sekuritas menilai pendapatan BRI sempat tertekan akibat kenaikan provisi serta margin bunga bersih (NIM) yang lebih ketat. Namun, perbaikan kualitas aset dinilai akan menjadi katalis positif pada tahun mendatang.

“Biaya kredit diperkirakan stabil di kisaran 3,2 persen, dengan peningkatan bertahap margin bunga bersih seiring normalisasi biaya pendanaan, serta pertumbuhan kredit mendekati 10 persen,” tulis Oso Sekuritas dalam risetnya.

Berdasarkan proyeksi tersebut, Oso Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham BBRI, dengan target harga 12 bulan di level Rp4.230 per saham.