Saham Perbankan Diproyeksi Bangkit pada 2026, Penurunan Suku Bunga Jadi Katalis

Ia memperkirakan adanya perbaikan penyaluran kredit, likuiditas yang lebih longgar, serta stabilitas suku bunga yang mendukung peningkatan profitabilitas bank.

“Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan pertumbuhan kredit ke sektor produktif, NIM bank diharapkan tetap terjaga meski kredit tumbuh moderat hingga agresif,” ujar Indy.

Indy merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi bertahap dengan horizon jangka panjang, terutama saat harga saham masih berada di level rendah. Target harga jangka panjang yang ia tetapkan antara lain BBCA Rp9.800, BBRI Rp5.025, dan BMRI Rp5.200.

Kesimpulan

Dengan kombinasi sentimen penurunan suku bunga, perbaikan fundamental, serta valuasi yang relatif menarik, saham perbankan dinilai masih menjadi salah satu sektor unggulan bagi investor pada 2026.***