BeritaBandungRaya.com – Saham emiten pendatang baru PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencuri perhatian pasar modal sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025. Dalam waktu kurang dari satu bulan perdagangan, saham eksportir sarang burung walet ini mencatatkan lonjakan harga fantastis hingga 1.810,71 persen.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, saham RLCO kembali menguat 24,90 persen pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026) ke level Rp 3.210 per saham, sekaligus menyentuh batas auto reject atas (ARA) usai kembali diperdagangkan setelah masa suspensi.
Kenaikan tajam ini bukan kali pertama terjadi. Sejak hari pertama listing, RLCO berulang kali menyentuh ARA dan sempat beberapa kali dikenakan suspensi oleh BEI akibat lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. Dari harga awal Rp 168 per saham, RLCO kini telah berlipat ganda menjadi Rp 3.210, sebuah transformasi harga yang kerap dianalogikan bak “burung walet menjelma naga”.
BACA JUGA: Harga Bitcoin Berpeluang Cetak Rekor Baru di 2026, Analis Wanti-Wanti Volatilitas Tinggi
IPO RLCO Jadi Salah Satu yang Paling Diburu 2025
Performa eksplosif saham RLCO sejatinya telah terindikasi sejak masa penawaran umum perdana (IPO). IPO RLCO berlangsung pada 2–4 Desember 2025 dan mendapat respons luar biasa dari investor.
Dari total 625 juta saham yang dilepas ke publik, permintaan yang masuk mencapai 89,49 miliar saham, mencerminkan oversubscription hingga 143,19 kali. Capaian tersebut menjadikan RLCO sebagai salah satu IPO paling diminati sepanjang 2025.
Pada hari pertama perdagangan, saham RLCO langsung melesat 34,52 persen di sesi I dan menyentuh ARA di level Rp 226 per saham. Dengan pencatatan tersebut, RLCO menjadi emiten ke-25 yang melantai di BEI sepanjang tahun 2025.











