Saham RLCO Meledak 1.810% dalam Sebulan, Emiten Walet Ini Jadi Fenomena Bursa

Dana IPO Rp 105 Miliar untuk Perkuat Rantai Pasok

Dari proses IPO, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp 105 miliar dengan kapitalisasi pasar awal mencapai Rp 525 miliar. Mengacu pada prospektus, sekitar 56,33 persen dana IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian bahan baku sarang burung walet.

Sementara itu, 43,67 persen dana sisanya disalurkan sebagai tambahan modal bagi entitas anak, PT Realfood Winta Asia, guna mendukung kebutuhan bahan baku serta peningkatan kapasitas produksi.

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, menyatakan bahwa IPO menjadi langkah strategis perseroan untuk bertransformasi dari sekadar pelaku komoditas menjadi pemain industri bernilai tambah.

“Pendanaan ini akan kami gunakan untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kapasitas produksi, baik di induk usaha maupun entitas anak. Kami bangga sebagai perusahaan yang lahir dari Bojonegoro dan kini membawa produk bernilai tambah Indonesia ke pasar global,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA: IHSG Pagi Ini Menguat, Makin Dekat Tembus Level Psikologis 9.000

Fokus Ekspansi Global dan Kinerja Tumbuh Signifikan

Ke depan, RLCO menargetkan ekspansi agresif ke sejumlah pasar utama seperti China, Hong Kong, dan Amerika Serikat, serta membuka peluang penetrasi ke negara Asia lainnya, termasuk Vietnam dan Thailand.

Dari sisi kinerja, RLCO mencatat pertumbuhan solid sepanjang lima bulan pertama 2025. Penjualan mencapai Rp 231,3 miliar, tumbuh 47,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan juga meningkat signifikan seiring kuatnya permintaan ekspor dan perluasan distribusi domestik.

Perseroan yang telah beroperasi sejak 2014 ini juga telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional serta izin ekspor strategis, seperti GACC untuk pasar China dan FDA untuk Amerika Serikat.

Manajemen meyakini tren global terhadap gaya hidup sehat dan konsumsi produk pangan fungsional akan terus menjadi katalis positif bagi permintaan sarang burung walet dan produk kesehatan berbasis protein dalam jangka panjang.***