Sampah Bandung Tembus 979 Ton per Hari, Pemkot Perkuat Pengelolaan dari Hulu

BeritaBandungRaya.com – Masalah sampah di Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kota Bandung mencatat, dalam satu bulan terakhir rata-rata sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti mencapai 979 ton per hari.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, angka tersebut setara dengan 170,04 rit pengiriman per hari, yang praktis telah menyentuh batas maksimal jatah pengangkutan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti.

“Rata-rata pengiriman mencapai 170,04 rit per hari atau sekitar 979 ton sampah per hari,” ujar Farhan dalam keterangan pers di Bandung, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA: Pemkot Bandung Tegaskan Revitalisasi Pasar Ciroyom, Sewa Kios Rp12 Juta per Meter untuk 20 Tahun

Pengiriman Nihil di Hari Minggu Picu Lonjakan Sampah

Farhan menjelaskan, pada Minggu (1/2/2026) tidak dilakukan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. Kondisi tersebut menyebabkan lonjakan pengiriman pada hari Senin dan berdampak langsung pada penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Karena hari Minggu nihil pengiriman, otomatis hari Senin selalu terjadi peningkatan. Ini yang harus kita antisipasi dengan pengolahan di sumber dan penguatan sistem TPS,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari hulu menjadi kunci utama untuk menekan lonjakan volume sampah harian, terutama saat terjadi jeda pengiriman.

Tumpukan Sampah Meningkat di Sejumlah Wilayah

Pemkot Bandung juga mengakui adanya peningkatan tumpukan sampah di beberapa sub wilayah kota (SWK), khususnya di Bojonegara dan Tegallega. Selain itu, operasional di TPA Sarimukti sempat terkendala akibat faktor cuaca.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi lahan menjadi licin dan menyulitkan manuver alat berat. Bahkan, sempat terjadi antrean kendaraan pengangkut sampah dan insiden kendaraan terguling di area TPA.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi antrean kendaraan, bahkan ada yang terguling karena kondisi lahan licin akibat hujan. Ini menjadi perhatian kami, termasuk kemungkinan optimalisasi alat berat agar proses bongkar muat bisa lebih lancar,” ungkap Farhan.