Program Gaslah Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Sebagai langkah strategis, Pemkot Bandung memperkuat pengelolaan sampah dari hulu melalui peluncuran program Gaslah yang resmi dimulai pada 26 Januari 2026 di Ujungberung.
Program Gaslah dirancang untuk mendorong pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan RW, sehingga beban pengangkutan ke TPA dapat ditekan.
“Kami menargetkan pada minggu pertama Februari sudah ada 1.376 petugas Gaslah yang aktif. Jika masih ada kekurangan, akan dilakukan rekrutmen ulang pada Maret,” ujar Farhan.
BACA JUGA: Hadir di Tengah Warga Bandung Barat, Indosat Ulurkan Kepedulian Pasca Bencana
Pendamping KBS Diterjunkan di Setiap Kelurahan
Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga telah merekrut pendamping KBS (Kawasan Bebas Sampah) sebanyak satu orang di setiap kelurahan. Saat ini, proses awal berupa profiling wilayah sedang dilakukan sebagai dasar penyusunan rencana kerja pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Berkelanjutan
Dengan volume sampah harian yang mendekati seribu ton, Pemkot Bandung menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada TPA. Pengolahan dari hulu, pemilahan, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan krisis sampah yang terus berulang.***












