BeritaBandungraya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu hasil kajian resmi dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait dugaan sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang mengalami stres. Penilaian kondisi satwa, menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, harus berdasarkan penelitian ilmiah para ahli yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah pusat.
Farhan menegaskan bahwa penentuan apakah satwa koleksi Bandung Zoo mengalami stres tidak bisa dilakukan secara sepihak. Ia menyebut hanya pakar satwa dan Kementerian Kehutanan yang memiliki kewenangan untuk menyimpulkan kondisi kesehatan dan kesejahteraan hewan di kebun binatang tersebut.
“Yang berhak menentukan satwa itu stres atau tidak, pertama adalah para ahli, kedua adalah Kementerian Kehutanan. Karena itu, kami menunggu hasil kajian resmi dari mereka,” ujar Farhan dalam keterangannya di Bandung.
Menurut Farhan, saat ini Kemenhut tengah melakukan tahapan penelitian awal terhadap kondisi satwa di Bandung Zoo. Hasil pengamatan dari para ahli tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah lanjutan.
Ia menjelaskan, berbagai masukan dan kritik yang disampaikan oleh pihak eksternal, termasuk organisasi konservasi, tetap diperhatikan oleh Pemkot Bandung. Namun, laporan tersebut diposisikan sebagai bahan awal sebelum adanya kesimpulan resmi dari kementerian.
Baca Juga: Pesona Karst Padalarang Bandung Barat, Lokasi Syuting Film Tygo Lisa BLACKPINK yang Mendunia
“Jika ada pengamatan dari para ahli yang disampaikan ke publik, tentu kami hormati dan perhatikan. Kritik dan saran itu menjadi laporan awal kami ke Kementerian Kehutanan,” katanya.









