Lebih lanjut, Farhan menyebut Kemenhut saat ini sedang mempersiapkan penelitian yang lebih mendalam untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis hewan-hewan yang ada di Bandung Zoo.
Sebelumnya, organisasi advokasi lingkungan Geopix melaporkan adanya indikasi stres pada sejumlah satwa liar yang dilindungi di Bandung Zoo. Temuan tersebut mencakup hewan seperti gajah, orangutan, dan monyet hitam, yang diduga mengalami gangguan kesejahteraan akibat pengelolaan kandang yang belum optimal.
Dalam laporannya, Geopix mengungkap adanya kejanggalan pada primata, termasuk kebotakan di bagian lengan dan kaki. Kondisi tersebut disinyalir berkaitan dengan penyakit kulit, malnutrisi, atau stres akibat kebosanan dan perilaku kompulsif seperti overgrooming.
Menanggapi laporan tersebut, Farhan kembali menegaskan bahwa Pemkot Bandung tidak menutup mata terhadap temuan dari organisasi konservasi. Namun, ia menekankan pentingnya menunggu hasil penelitian resmi sebelum menarik kesimpulan.
“Pengamatan dari luar itu kami perhatikan, tapi tetap harus ada penelitian ilmiah yang komprehensif. Saat ini semuanya masih dalam proses,” ujarnya.
Baca Juga: Lupa Pola atau PIN HP? Ini Cara Membukanya dengan Aman Tanpa Harus ke Service Center
Farhan juga memastikan bahwa pemerintah di semua level tidak akan melepaskan tanggung jawab terkait kesejahteraan satwa di Bandung Zoo. Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan disebut terus berkoordinasi untuk memastikan satwa tetap dalam kondisi sehat dan aman.









