“Kami sangat memperhatikan kritik dan masukan. Semua itu menjadi dasar laporan kami ke Kementerian Kehutanan. Sekarang kementerian sedang menyiapkan penelitian lanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, operasional Bandung Zoo sempat ditutup pada Agustus 2025 akibat polemik dualisme kepengurusan. Namun, saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, Pemkot Bandung mengizinkan kebun binatang tersebut dibuka terbatas untuk publik sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Pembukaan kembali Bandung Zoo dengan jam operasional terbatas itu kemudian memicu sorotan publik terkait kondisi satwa di dalamnya. Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu laporan resmi dari Kementerian Kehutanan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Semua sedang diteliti. Kami menunggu laporan resmi, sambil terus memperhatikan setiap masukan dari para ahli,” pungkasnya.***









