Setelah mengetahui informasi tersebut, Ressa berusaha mencari kepastian dengan menanyakan langsung kepada Denada. Namun, menurut pengakuannya, Denada tetap tidak mengakui bahwa ia adalah anak kandungnya.
“Setiap kali ditanyakan, Denada menyebut klien kami hanya sebagai adik,” lanjut Firdaus.
Hidup Nomaden dan Tak Pernah Bertemu Denada
Ressa mengungkapkan bahwa selama ini ia hidup berpindah-pindah antara rumah tante dan rumah keluarga Denada di Banyuwangi. Meski berada di lingkungan keluarga besar Denada, ia mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan sang penyanyi.
“Bahkan saat Idul Fitri, saya tidak pernah bertemu. Tapi saya tahu dia ibu biologis saya karena saya mencari tahu sendiri,” ungkap Ressa.
Ia juga menyebut tidak pernah menerima nafkah dari Denada sejak kecil hingga dewasa.
Sempat Kuliah, Kini Bekerja Jaga Toko
Dalam keterbatasan ekonomi, Ressa sempat melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di salah satu universitas swasta di Banyuwangi. Namun, pendidikan itu harus terhenti di semester empat karena kendala biaya.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Instruksikan Nobar Persib vs Persija di Seluruh Kecamatan
“Saya terpaksa berhenti kuliah karena tidak kuat bayar,” ujarnya.
Saat ini, Ressa bekerja sebagai penjaga toko kelontong yang buka 24 jam. Ia mengaku menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banyuwangi.
Gugat Denada demi Pengakuan Hukum
Atas kondisi tersebut, Ressa menggugat Denada ke PN Banyuwangi dengan tudingan perbuatan melawan hukum berupa penelantaran anak kandung. Gugatan itu didaftarkan pada 26 November 2025 dan masih dalam tahap mediasi.








