Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026, Kemenag Libatkan BMKG hingga BRIN

Rangkaian Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi. Selanjutnya, dilakukan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA: Mudik Gratis Kota Bandung 2026 Dibuka, 5 Rute Favorit ke Surabaya, Yogyakarta, Cirebon hingga Banjar

Setelah itu, sidang isbat digelar secara tertutup untuk menetapkan awal Syawal. Hasilnya akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kemenag telah menggelar Rapat Persiapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Gedung Kemenag Thamrin pada 27 Februari 2026. Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah Amir serta Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi.

Pentingnya Sidang Isbat dalam Penetapan Hari Raya

Sidang isbat menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal yang menandai Hari Raya Idul Fitri. Proses ini menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal) agar keputusan yang diambil bersifat ilmiah sekaligus memenuhi kaidah syariah.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum dan keseragaman dalam pelaksanaan Hari Raya.***