Simulasi Cicilan KUR BRI UMKM 2025
Di bawah ini adalah estimasi cicilan bulanan berdasarkan beberapa pilihan plafon dan tenor. Perhitungan menggunakan asumsi bunga efektif KUR yang berlaku. Nilai dapat sedikit berbeda di masing-masing kantor cabang.
Tabel Simulasi Angsuran KUR BRI 2025
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp10.000.000 | ± Rp900.000/bln | ± Rp480.000/bln | ± Rp350.000/bln |
| Rp20.000.000 | ± Rp1.800.000/bln | ± Rp960.000/bln | ± Rp700.000/bln |
| Rp30.000.000 | ± Rp2.700.000/bln | ± Rp1.440.000/bln | ± Rp1.050.000/bln |
| Rp50.000.000 | ± Rp4.500.000/bln | ± Rp2.400.000/bln | ± Rp1.750.000/bln |
| Rp100.000.000 | ± Rp9.000.000/bln | ± Rp4.800.000/bln | ± Rp3.500.000/bln |
Simulasi ini menggambarkan estimasi awal yang dapat dijadikan acuan sebelum mengajukan pinjaman. Besaran cicilan bisa berbeda tergantung jenis KUR yang dipilih (Mikro atau Kecil) dan kebijakan masing-masing cabang.
Analisis: Cicilan Ringan Mulai Sekitar Rp350 Ribuan
Dari tabel di atas terlihat bahwa pinjaman Rp10 juta dengan tenor 36 bulan hanya memerlukan cicilan sekitar Rp350 ribu per bulan. Angka tersebut sangat mendekati klaim “cicilan mulai Rp400 ribu” yang sering digunakan dalam program sosialisasi KUR BRI.
Tenor yang lebih pendek tentu membuat cicilan bulanan lebih besar. Sementara plafon yang lebih tinggi cocok untuk pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal signifikan, misalnya untuk penambahan stok, peralatan, atau ekspansi skala produksi.









