Sony Pictures Gunakan Strategi Promosi Unik
Sebagai langkah promosi awal, Sony Pictures mencetak empat kartu pos eksklusif yang menampilkan masing-masing pemeran utama. Tim promosi menyebarkan kartu pos tersebut di Liverpool Institute of Performing Arts (LIPA) untuk ditemukan para mahasiswa.
Pihak LIPA menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan membangun keterlibatan langsung dengan generasi muda.
“Kami menyembunyikan kartu pos eksklusif promosi film Beatles di kampus dan menantang mahasiswa untuk menemukannya,” ujar pihak LIPA, dikutip dari The Hollywood Reporter, Jumat (30/1/2026).
Pemeran Pendukung dan Tim Produksi Bertabur Nama Besar
Selain pemeran utama, film ini juga melibatkan sejumlah aktor ternama sebagai pemeran pendukung, antara lain:
-
Saoirse Ronan sebagai Linda McCartney
-
James Norton sebagai Brian Epstein
-
Anna Sawai sebagai Yoko Ono
-
Aimee Lou Wood sebagai Pattie Boyd
-
Harry Lloyd sebagai George Martin
-
Mia McKenna-Bruce sebagai Maureen Starkey
Neal Street Productions memproduksi film ini dengan Sam Mendes, Pippa Harris, dan Julie Pastor sebagai produser. Sementara itu, Jez Butterworth, Peter Straughan, dan Jack Thorne menulis naskah film.
BACA JUGA: Lisa BLACKPINK Syuting Film Netflix TYGO di Indonesia, Ini Lokasi dan Rekayasa Lalu Lintasnya
The Beatles dan Tren Biopik Musik Hollywood
Sebagai informasi, The Beatles tercatat sebagai grup musik dengan penjualan rekaman terbesar sepanjang masa berdasarkan data Recording Industry Association of America (RIAA).
Proyek ini hadir di tengah tren Hollywood yang semakin agresif memproduksi film biografi musisi legendaris. Beberapa proyek besar lain termasuk film Bruce Springsteen: Deliver Me From Nowhere serta film biografi Michael Jackson yang akan tayang oleh Lionsgate pada April mendatang.
Bos film Sony Pictures, Tom Rothman, menyebut proyek The Beatles sebagai eksperimen berani dalam strategi rilis film.
“Kami harus menyeimbangkan keberanian ide dengan strategi rilis yang sama beraninya. Belum pernah ada proyek seperti ini, dan kami tidak bisa memikirkannya dengan pola rilis tradisional,” kata Rothman.
***









