“Sedang proses hukum,” jawab Dedi.
“Sudah dilaporkan, biarkan hukum yang menyentuhnya.”
Dedi menyayangkan konten provokatif tersebut, mengingat Viking merupakan suporter yang identik dengan masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Ia meminta masyarakat tetap bijak dalam menyikapi kasus ini dan tidak terprovokasi lebih jauh.
“Jangan kotori mulut dan tangan kita lagi,” pesannya.
Wakil Gubernur Jabar: “Saya Sangat Terhina, Tangkap Pelakunya”
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, juga memberikan respons keras. Ia mengaku sangat tersinggung sebagai putra daerah Sunda.
Baca Juga: D’Academy 7 Top 4 Penuh Kejutan: Valen Mencuri Sorotan, Juri Putuskan Tak Ada Eliminasi
“Saya sebagai orang Sunda merasa sangat terhina dan sangat marah. Saya berharap kepolisian segera menangkap orang tersebut. Ini sudah SARA dan bisa memecah belah bangsa,” tegas Erwan (11/12/2025).
Meski demikian, ia mengingatkan publik untuk tidak melampiaskan kemarahan kepada suku lain.
“Jangan dendam kepada sukunya. Fokus pada oknum tersebut, bukan pada sukunya,” katanya.
Erwan optimistis polisi akan bergerak cepat dan menindak tegas demi mencegah aksi serupa terulang.
Gelombang Kecaman Publik: Tuntutan Proses Hukum dan Sikap Bijak di Media Sosial
Kasus ini menambah daftar panjang ujaran kebencian bermotif SARA yang viral di media sosial. Banyak pihak menilai bahwa hukuman harus ditegakkan agar ada efek jera bagi siapapun yang menyebarkan penghinaan terhadap kelompok masyarakat tertentu.
Namun di sisi lain, tokoh masyarakat Sunda mengingatkan agar publik tetap mengedepankan akal sehat dan menjaga persatuan bangsa.












