BeritaBandungRaya.com – Film horor komedi Indonesia berjudul Sebelum Dijemput Nenek resmi tayang di seluruh bioskop Tanah Air. Produksi Rapi Films ini langsung menarik perhatian penonton berkat perpaduan cerita horor berbasis mitos lokal dengan komedi segar dari para komika.
Disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan kisah supranatural yang dekat dengan kehidupan keluarga, khususnya hubungan cucu dan nenek. Tak sekadar menakutkan, film ini juga menyelipkan humor yang membuat suasana tetap ringan.
Sinopsis Film Sebelum Dijemput Nenek
Film Sebelum Dijemput Nenek mengisahkan dua saudara, Hestu dan Akbar, yang menjalani kehidupan berbeda sejak dewasa. Hestu memilih meninggalkan desa untuk merantau ke kota, sementara Akbar setia tinggal di kampung halaman demi merawat sang nenek, Marsiyem, yang membesarkan mereka sejak kecil.
Hubungan keduanya kian renggang setelah Hestu melontarkan sumpah emosional. Ia menyatakan hanya akan pulang jika neneknya meninggal dunia. Ucapan itu berubah menjadi kenyataan ketika Nenek Marsiyem wafat pada waktu yang diyakini warga desa sebagai waktu keramat.
Sejak kematian tersebut, teror mulai menghantui. Arwah sang nenek mendatangi Hestu dan Akbar dengan permintaan tak biasa, yakni ingin ditemani menuju alam baka. Mitos desa menyebutkan, kematian di waktu tertentu akan meminta tumbal dari anggota keluarga yang masih hidup.
Baca Juga: Lupa Pola atau PIN HP? Ini Cara Membukanya dengan Aman Tanpa Harus ke Service Center
Hestu dan Akbar pun berpacu dengan waktu. Mereka hanya diberi batas tujuh hari untuk menemukan orang pengganti sebelum kutukan semakin parah.
Teror dan Kekacauan yang Dibungkus Komedi
Dalam upaya menyelamatkan diri, keduanya meminta bantuan Ki Mangun, seorang dukun yang dikenal sakti namun sering ceroboh. Mereka juga ditemani Kotrek, preman berpenampilan sangar yang ternyata sangat takut dengan makhluk halus, serta Nisa, gadis desa yang polos namun berani.






