Tadarus Digital: Cara Gen Z Menghidupkan Malam 17 Ramadan di Era AI

BeritaBandungRaya.com – Suasana berbeda terlihat di sebuah kedai kopi di kawasan Dago, Kota Bandung, pada Jumat malam (6/3/2026). Tidak ada obrolan riuh seperti biasanya. Sejumlah anak muda tampak duduk melingkar sambil menatap layar ponsel dan tablet mereka.

Namun, mereka bukan sedang bermain gim atau berselancar di media sosial. Para anak muda tersebut mengikuti kegiatan “Khatam Bareng” virtual untuk memperingati malam Nuzulul Quran pada 17 Ramadan 1447 Hijriah.

Fenomena ini menjadi gambaran baru bagaimana Generasi Z merayakan turunnya Al-Qur’an di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Aktivitas spiritual kini tidak lagi terbatas pada ruang fisik masjid, tetapi juga hadir di ruang digital yang interaktif.

BACA JUGA: Naskah Kultum Ramadhan 2026: Puasakan Lisanmu, Selamatkan Pahala Puasa

Teknologi AI Bantu Perbaiki Bacaan Al-Qur’an

Perkembangan teknologi membuat interaksi dengan Al-Qur’an menjadi lebih mudah dan personal. Aplikasi Al-Qur’an digital kini dilengkapi fitur voice recognition berbasis AI yang mampu membantu pengguna memperbaiki tajwid secara real-time.

“Dulu kalau ingin memperbaiki bacaan harus menunggu jadwal setor ke ustaz. Sekarang aplikasi bisa langsung memberi tahu jika makhraj kurang tepat,” ujar Rian (22), mahasiswa di Bandung.

Teknologi tersebut dinilai membantu generasi muda meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an tanpa harus merasa canggung saat belajar.

Komunitas Tadarus Digital Semakin Berkembang

Selain penggunaan aplikasi, kegiatan tadarus juga berkembang dalam bentuk komunitas digital. Sejumlah kelompok mengaji memanfaatkan platform seperti Discord dan Zoom untuk membaca Al-Qur’an bersama secara daring.

Beberapa komunitas bahkan menggunakan sistem pendukung seperti tracker hafalan otomatis, pengingat jadwal tadarus, hingga grafik progres bacaan harian.

Di media sosial, peringatan Nuzulul Quran juga diramaikan dengan tagar #NuzululQuranVibes. Banyak anak muda membagikan capaian membaca Al-Qur’an mereka selama Ramadan.

“Ada kepuasan melihat progres bacaan meningkat setiap hari. Hal itu memotivasi kami untuk tetap konsisten,” kata Amel (20), anggota komunitas tadarus daring.