BeritaBandungRaya.com – Liburan sering dianggap sebagai aktivitas mahal yang bisa menguras tabungan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Dengan 25 hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang 2026, masyarakat justru memiliki banyak peluang untuk berlibur secara terencana dan efisien.
Menurut Lanny Hendra, perwakilan International Wealth and Premier Banking HSBC, persoalan liburan bukan terletak pada besarnya biaya. Sebaliknya, masalah utama muncul dari cara pandang dan perencanaan keuangan yang kurang matang.
“Liburan seharusnya tidak dianggap sebagai pengeluaran impulsif. Kita perlu memasukkannya ke dalam perencanaan keuangan yang strategis,” ujar Lanny dalam acara HSBC ANA Travel Fair di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
BACA JUGA: 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Imlek 2026 agar Tetap Fit
Berikut strategi cerdas agar liburan tetap menyenangkan tanpa mengganggu stabilitas finansial.
1. Posisikan Liburan sebagai Aset Strategis
Liburan tidak hanya memenuhi gaya hidup atau tren media sosial. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan mampu meningkatkan kualitas hidup, menjaga kesehatan mental, dan mendongkrak produktivitas.
Selain itu, pendekatan ini membantu seseorang menghindari lonjakan biaya akibat pemesanan mendadak atau keputusan spontan.
2. Tetapkan Anggaran Liburan Sejak Awal Tahun
Banyak orang mulai menabung setelah menemukan promo tiket. Namun, pendekatan tersebut sering memicu pengeluaran tidak terkontrol.
Idealnya, seseorang menetapkan anggaran liburan sejak awal tahun dan membaginya ke dalam beberapa kategori, seperti:






