-
Liburan jarak jauh
-
Liburan singkat
-
Staycation
Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan finansial lainnya.
3. Pesan Tiket Lebih Awal untuk Tekan Biaya hingga 40%
Selanjutnya, waktu pemesanan sangat memengaruhi total biaya perjalanan. Data historis menunjukkan harga tiket pesawat bisa melonjak 30–40 persen saat mendekati hari keberangkatan.
Oleh karena itu, pemesanan tiket sejak jauh hari—misalnya Januari untuk musim Sakura atau akhir tahun—menjadi strategi efektif untuk menghemat biaya sekaligus memperluas pilihan jadwal.
4. Manfaatkan Cicilan 0 Persen agar Arus Kas Tetap Sehat
Memiliki dana liburan tidak berarti harus membayar seluruh biaya sekaligus. Sebaliknya, skema cicilan 0 persen membantu menjaga likuiditas tanpa mengorbankan pengalaman perjalanan.
“Perencanaan liburan yang sehat menekankan pengelolaan arus kas sambil tetap memaksimalkan kualitas perjalanan,” jelas Lanny.
Prioritaskan Dana Darurat
Meski demikian, dana darurat tetap harus menjadi prioritas utama. Sebaiknya, masyarakat tidak menggunakan dana darurat atau investasi rutin untuk membiayai liburan.
Sebagai gantinya, manfaatkan:
-
Poin reward kartu kredit
-
Program loyalitas maskapai
-
Diskon dan fasilitas upgrade
Langkah ini membantu meningkatkan kualitas liburan tanpa menambah tekanan keuangan.
BACA JUGA: Mahasiswa Rentan Stres, Pakar Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Mental
Liburan Berkualitas Berawal dari Perencanaan Disiplin
Pada akhirnya, liburan menyenangkan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan perencanaan sejak awal tahun, disiplin anggaran, dan pemanfaatan momentum promo, siapa pun dapat mewujudkan perjalanan impian secara realistis dan berkelanjutan.
Liburan bukan sekadar keinginan, melainkan bagian dari strategi keuangan jangka panjang.***






