Telat Bayar Shopee PayLater? Ini Risiko Serius yang Perlu Diwaspadai

BeritaBandungRaya.com – Kemudahan bertransaksi menggunakan Shopee PayLater memang memberikan solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus membayar langsung. Namun, di balik sistem beli sekarang, bayar nanti, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan apabila pengguna terlambat melunasi tagihan.

Keterlambatan pembayaran Shopee PayLater bukan hanya berdampak pada denda tambahan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi keuangan dan riwayat kredit pengguna. Oleh karena itu, memahami risiko telat bayar Shopee PayLater menjadi langkah penting agar pengguna tetap aman dan terhindar dari masalah di kemudian hari.

Berikut sejumlah risiko yang dapat timbul jika pembayaran Shopee PayLater tidak dilakukan tepat waktu.

BACA JUGA: Tips Gen Z Wujudkan Rumah Pertama di Tengah Tantangan Finansial

1. Denda Keterlambatan yang Menambah Beban

Risiko paling langsung dari telat bayar Shopee PayLater adalah denda keterlambatan. Shopee dapat mengenakan denda sekitar 5 persen dari total tagihan yang belum dibayarkan jika melewati tanggal jatuh tempo.

Apabila keterlambatan berlangsung lebih dari satu periode, denda berpotensi terakumulasi dan membuat total tagihan semakin membengkak, terutama jika nominal cicilan cukup besar.

2. Pembatasan Akses Fitur Akun

Pengguna yang menunggak pembayaran berisiko mengalami pembatasan fitur akun, seperti tidak dapat menggunakan voucher, promo, atau fasilitas tertentu di Shopee. Akibatnya, kenyamanan dan keuntungan berbelanja menjadi berkurang.

3. Penurunan Skor Kredit

Shopee PayLater terhubung dengan sistem informasi kredit nasional, seperti SLIK OJK. Riwayat keterlambatan atau gagal bayar dapat tercatat dan berpengaruh terhadap skor kredit pengguna.

Dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang, terutama saat mengajukan pinjaman ke bank, kredit kendaraan, KPR, atau layanan pembiayaan lainnya.