Terlalu Sering Ngopi? Ini Dampak Buruk Kafein bagi Tubuh

Kopi Jadi Gaya Hidup, Tapi Perlu Waspada

BeritaBandungRaya.com –  Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Tidak hanya sekadar minuman, aktivitas ngopi kini identik dengan momen bersantai hingga bersosialisasi, terutama di kalangan anak muda.

Seiring menjamurnya coffee shop, kebiasaan minum kopi pun semakin meningkat. Banyak orang mengandalkan kopi untuk memulai hari atau mengembalikan energi setelah aktivitas padat.

Namun, di balik manfaatnya, konsumsi kopi yang berlebihan ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan.

BACA JUGA: 4 PTS Terbaik di Indonesia yang Buka Beasiswa 2026, Ada Kuliah Gratis hingga Luar Negeri

Kafein Bisa Memicu Kecemasan

Dokter spesialis saraf, Kevin Mulya S, mengungkapkan bahwa kafein dalam jumlah berlebihan dapat memperburuk kondisi kecemasan.

Menurutnya, kafein mampu mengaktifkan sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang berperan dalam respons “fight or flight”. Kondisi ini membuat tubuh menjadi lebih waspada, tetapi juga dapat meningkatkan rasa gelisah.

“Pada orang yang memiliki kecenderungan cemas, kafein bisa memperparah respons tubuh sehingga kecemasannya meningkat,” jelasnya.

Efek ini biasanya disertai dengan peningkatan denyut jantung, rasa tidak tenang, hingga sulit rileks.

Bisa Sebabkan Sakit Kepala dan Ketergantungan

Selain kecemasan, konsumsi kopi berlebihan juga dapat memicu sakit kepala. Bahkan, kondisi ini bisa berlanjut menjadi ketergantungan kafein.

Ketika seseorang terbiasa mengonsumsi kopi dalam jumlah tinggi, tubuh akan menyesuaikan diri. Saat asupan kafein tiba-tiba dihentikan, muncul gejala seperti: