Ternyata CAPTCHA Bukan Sekadar Tes Robot, Ini Fungsi Tersembunyinya

Aktivitas Sederhana yang Ternyata Bernilai Besar

Model Serupa pada Platform Pembelajaran

Pendekatan crowdsourcing ini juga digunakan dalam aplikasi belajar bahasa Duolingo, yang didirikan oleh Luis von Ahn bersama Severin Hacker.

Pengguna menerjemahkan kalimat dan memberi label gambar sebagai bagian dari latihan. Hasilnya bukan hanya membantu pembelajaran, tetapi juga menciptakan basis data bahasa dalam jumlah besar yang bernilai tinggi.

Data tersebut dapat digunakan untuk pengembangan kecerdasan buatan, riset linguistik, hingga layanan berbayar.

Internet: Dari Ruang Bebas Menjadi Industri Data

Pada awal perkembangannya, internet dibayangkan sebagai ruang terbuka yang independen dan kolaboratif. Tokoh seperti Stewart Brand dan Steve Jobs memandang teknologi sebagai alat pembebasan dan kreativitas.

Namun seiring waktu, perusahaan teknologi mulai melihat potensi ekonomi dari data pengguna. Platform digital berkembang menjadi mesin pengumpul informasi yang kemudian dimonetisasi melalui iklan, algoritma, dan layanan berbayar.

Contohnya dapat dilihat pada model bisnis jejaring sosial seperti Meta Platforms, induk dari Facebook, yang sangat bergantung pada data pengguna untuk penargetan iklan.

BACA JUGA: Samsung Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G Resmi Diperkenalkan, Hadirkan Fitur AI Canggih, Kamera 50MP, dan Baterai Tahan Lama

Era “Ekstraksi Data” dan Tantangannya

Sejumlah akademisi menilai bahwa internet kini telah memasuki fase “ekstraksi data”, di mana aktivitas pengguna menjadi sumber daya utama bagi industri teknologi.

Pengumpulan data dalam skala besar memunculkan berbagai perdebatan, mulai dari privasi hingga ketimpangan kekuasaan antara pengguna dan perusahaan digital raksasa.

Meski demikian, teknologi juga tetap membawa manfaat besar, mulai dari kemudahan akses informasi hingga inovasi kecerdasan buatan.