Tak hanya menceritakan peristiwa, Aurelie juga mengulas dampak psikologis jangka panjang yang dialaminya, seperti rasa bersalah, kebingungan, trauma mendalam, hingga kesulitan membangun hubungan sehat di masa dewasa.
Judul “Broken Strings” menjadi simbol kondisi batin penulis—sebuah metafora tentang kehidupan yang tetap berjalan, namun kehilangan harmoni akibat luka yang tak terlihat.
Baca Juga: Saldo DANA Kaget, Kesempatan Klaim Gratis hingga Rp175.000 Tanpa Syarat Ribet
Alasan Ebook Broken Strings Dibagikan Gratis
Aurelie Moeremans menegaskan bahwa tujuannya menerbitkan ebook Broken Strings bukan untuk sensasi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu yang kerap terabaikan.
“Aku rilis ini karena memang ingin membantu perempuan-perempuan agar enggak harus mengalami hal yang sama seperti aku,” ungkap Aurelie.
Ia berharap, lewat buku ini, para pembaca—khususnya remaja dan perempuan—dapat lebih peka mengenali tanda-tanda hubungan berbahaya serta berani mencari bantuan.
Dukungan Publik dan Polemik Penjualan Ilegal
Di tengah gelombang dukungan, Aurelie juga menyayangkan adanya oknum yang menjual ebook Broken Strings dalam bentuk PDF di platform e-commerce. Padahal, buku tersebut telah disediakan gratis melalui tautan resmi.
Sejumlah rekan artis turut menyuarakan dukungan, salah satunya Hesti Purwadinata, yang keberaniannya mendukung Aurelie sempat menuai ancaman dari pihak tertentu.
Baca Juga: Telat Bayar Shopee PayLater? Ini Risiko Serius yang Perlu Diwaspadai
Mengapa Broken Strings Ramai Dibicarakan?
Ada beberapa faktor yang membuat ebook Broken Strings viral:






