Beberapa desainer dengan karakter kuat turut meramaikan koleksi, termasuk Malik Moestaram yang dikenal konsisten dengan gaya khasnya. Di sisi lain, sejumlah brand lain tampil lebih adaptif mengikuti dinamika tren pasar.
Memasuki Ramadan dan Lebaran 2026, tren busana muslim didominasi potongan loose dengan siluet flowy yang ringan dan fleksibel. Detail yang dihadirkan cenderung tidak berlebihan, namun tetap memperkaya tampilan.
Bordir halus, aksen floral timbul, hingga permainan layer menjadi sentuhan yang mempertegas kesan elegan dan berkelas. Dari sisi warna, palet pastel, nude, broken white, dusty blue, hingga earthy tone mendominasi koleksi.
“Kalau lagi tren pastel ya hampir semua ada pastel. Tapi ada juga brand yang tetap dengan ciri khasnya. Jadi tidak semua ikut-ikutan,” ujar Mumtazah.
Palet warna lembut dinilai lebih mudah dipadupadankan serta menghadirkan nuansa tenang yang selaras dengan atmosfer Ramadan.
The Edit juga menangkap perubahan pola belanja konsumen jelang Ramadan. Jika sebelumnya pembelian cenderung terpusat pada busana hari raya, kini konsumen membeli berdasarkan kebutuhan momen.
“Ada yang cari untuk ke masjid, ada yang untuk buka bersama, untuk meeting, untuk mudik, sampai hari H Lebaran, jadi memang beda-beda,” kata Mumtazah.
Karena itu, koleksi yang tersedia dibuat lengkap, mulai dari tunik nyaman untuk aktivitas harian, set modest formal untuk profesional, hingga dress premium untuk hari raya dan pesta keluarga.












