Selain itu, penghargaan TPJF Lifetime Achievement Award akan diberikan kepada almarhum Harie Roesli, musisi legendaris asal Bandung yang karyanya masih membekas hingga kini. Ada pula program Beyond the Notes – Jazz Masterclass & Workshop yang dirancang khusus untuk musisi muda agar bisa belajar langsung dari para maestro.
Pasar Jazz: Festival Gratis untuk Semua
Salah satu daya tarik utama yang selalu dinantikan adalah Pasar Jazz. Berbeda dari konser utama, area ini bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Puluhan tenant kreatif dari bidang kuliner, seni, hingga produk UMKM akan hadir, menciptakan ruang interaktif yang meriah.
Baca Juga: Skor Persib vs Lion City Sailors: Maung Bandung Gagal Menang, Berakhir 1-1 di GBLA
Tyagita R Hermawan, Event Director TP Jazz Management, menjelaskan bahwa Pasar Jazz dihadirkan agar festival ini bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.
“Pasar Jazz adalah ruang inklusif yang kami hadirkan agar siapa pun bisa merasakan atmosfer The Papandayan Jazz Fest, meskipun tanpa memiliki tiket konser. Kami ingin menjadikan festival ini tidak hanya untuk penikmat musik jazz, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin menikmati seni, kuliner, dan kreativitas Bandung. Dengan akses gratis, Pasar Jazz diharapkan dapat menjadi titik temu komunitas, keluarga, dan wisatawan yang ingin merasakan energi festival dalam suasana yang santai dan terbuka,” ungkap Tyagita.
Tiket dan Kategori Akses
Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung seluruh rangkaian konser, panitia menyediakan tiga kategori tiket. Silver Pass memungkinkan akses harian ke tujuh panggung, Gold Pass memberi akses ke delapan panggung termasuk Suagi Grand Ballroom, sementara Platinum Pass menghadirkan pengalaman penuh selama dua hari dengan akses ke seluruh panggung. Harga tiket dimulai dari Rp250.000 dan dapat diperoleh melalui situs resmi www.tpjazzfest.com.***












