BeritaBandungRaya.com – Menjaga kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi merupakan hal penting selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Meski tidak makan dan minum lebih dari 12 jam, tubuh tetap melakukan berbagai aktivitas yang membutuhkan asupan cairan agar fungsi organ berjalan optimal dan terhindar dari dehidrasi.
Secara umum, tubuh manusia memerlukan sekitar dua liter air per hari atau setara dengan delapan gelas. Kebutuhan ini penting karena sekitar 80 persen komposisi tubuh terdiri dari air yang berperan dalam menjaga suhu tubuh, melancarkan metabolisme, hingga membantu proses detoksifikasi alami.
Kurangnya asupan cairan selama puasa dapat memicu dehidrasi. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
– Bibir dan kulit kering
– Pusing dan sakit kepala
– Tubuh terasa lemas
– Urine berwarna lebih gelap
Baca Juga: Pemkot Bandung Kerahkan 1.596 Petugas Gaslah, Penanganan Sampah Dimulai dari RW
Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan konsentrasi jika tidak diantisipasi dengan pola minum yang tepat.
Pola 2-4-2: Cara Efektif Memenuhi Kebutuhan Cairan Ramadan
Untuk mengatasi keterbatasan waktu minum selama Ramadan, Kementerian Kesehatan menganjurkan pola 2-4-2, yakni pembagian konsumsi delapan gelas air putih dari waktu berbuka hingga sahur. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi secara bertahap.
Dua Gelas Saat Berbuka
Dua gelas air putih dianjurkan diminum saat berbuka puasa:
1 gelas saat adzan Maghrib untuk mengganti cairan yang hilang
1 gelas menjelang atau setelah makan berbuka






