BeritaBandungRaya.com – Merayakan Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri identik dengan penampilan baru yang segar. Namun di tengah tren fashion yang terus berubah, banyak orang mulai menyadari bahwa membeli terlalu banyak pakaian justru membuat pengeluaran membengkak.
Memasuki tren baju Lebaran 2026, para pakar mode mendorong perubahan pola belanja dari sekadar “membeli banyak” menjadi “membeli lebih baik” atau buy better. Konsep ini menekankan kualitas, keberlanjutan, dan fleksibilitas dalam padu padan busana.
BACA JUGA: Tren Gamis Lebaran 2026: Kalem, Elegan, dan Fleksibel untuk Segala Usia
Investasi pada Kualitas, Bukan Kuantitas
Desainer jenama Dama Kara, Nurdini Prihastiti, menyarankan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih busana Lebaran. Dibandingkan membeli beberapa pakaian murah yang cepat rusak, satu potong busana berkualitas tinggi justru bisa menjadi investasi jangka panjang.
Kunci utamanya adalah memilih item yang multifungsi dan mudah dipadukan. Misalnya, kemeja dengan sentuhan sashiko atau sulaman tusukan kecil khas Jepang. Model seperti ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk berbagai gaya.
Beberapa inspirasi padu padan yang bisa diterapkan:
Two-in-One Look
Gunakan sebagai kemeja formal saat silaturahmi, atau buka kancingnya dan jadikan outer untuk tampilan lebih kasual dan modern.
Gaya Aksentuasi
Tambahkan obi atau ikat pinggang untuk menciptakan siluet lebih tegas dan tampilan yang lebih formal saat menghadiri acara keluarga besar.
Strategi ini memungkinkan satu busana digunakan untuk beberapa kesempatan, mulai dari Lebaran, ke kantor, hingga acara semi formal lainnya.











