BeritaBandungRaya.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ketika banyak sektor industri berada dalam tekanan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia justru tampil sebagai motor penggerak yang paling stabil. Tidak hanya menjaga keberlangsungan usaha, UMKM Indonesia kini tampil percaya diri menembus pasar internasional dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
BACA JUGA : Pemkot Bandung Genjot Digitalisasi dan Pemasaran UMKM Lewat Program Marema dan Salapak
Fenomena ini memperlihatkan transformasi UMKM dari sekadar pemain lokal menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor. Dengan kualitas produk yang semakin kompetitif, dukungan teknologi, serta kebijakan pemerintah yang mendorong ekspansi global, UMKM kini menjadi aktor penting dalam jaringan perdagangan dunia.
Transaksi Ekspor UMKM Tembus Rp2,17 Triliun
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa minat pembeli internasional terhadap produk lokal terus meningkat. Sepanjang Januari–Oktober 2025, program business matching UMKM berhasil mencatat nilai transaksi sebesar 130,17 juta dolar AS, setara dengan Rp2,17 triliun.
Angka tersebut terdiri dari:
-
Purchase order (PO): 56,99 juta dolar AS
-
Potensi transaksi: 73,18 juta dolar AS
Total 542 kegiatan penjajakan bisnis dilakukan oleh perwakilan perdagangan RI di luar negeri, termasuk 348 sesi kurasi dan 194 pertemuan langsung dengan calon pembeli. Pada Oktober 2025 saja, nilai transaksi yang tercapai mencapai 21,35 juta dolar AS, mencerminkan lonjakan permintaan yang signifikan.
Kinerja ini menegaskan bahwa UMKM telah menjadi pemain yang semakin diperhitungkan di pasar global.











