BeritaBandungRaya – Bencana tanah longsor Bandung Barat yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, serta Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menelan korban jiwa dan masih menyisakan duka mendalam. Hingga Minggu (25/1/2026) sore, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, berdasarkan data sementara per Minggu pukul 17.00 WIB, sebanyak 14 korban meninggal dunia ditemukan di Desa Pasirlangu, sementara dua korban lainnya ditemukan di Desa Sukajaya, Lembang.
“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diverifikasi di lapangan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi BNPB.
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 76 warga Desa Pasirlangu dilaporkan masih belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, BNPB, BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI-Polri, serta relawan.
Evakuasi Terkendala Tanah Labil
Upaya pencarian korban longsor Bandung Barat dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Namun, kondisi tanah yang masih labil dan timbunan material longsor yang tebal menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Baca Juga: 15 Laptop Spek Tinggi Harga Terjangkau 2026, Performa Kencang untuk Kerja hingga Gaming
“Potensi tanah bergerak masih tinggi, sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati,” kata Abdul.
Korban yang telah teridentifikasi diketahui telah diserahkan kepada pihak keluarga, sementara korban yang belum teridentifikasi masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.









