Usia Ideal Anak Belajar Puasa dan Cara Mengenalkannya Tanpa Tekanan

BeritaBandungRaya.com – Memasuki bulan Ramadhan, banyak orang tua menantikan momen ketika anak mulai belajar berpuasa. Namun, pengenalan puasa pada anak perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan usia agar menjadi pengalaman yang positif, mendidik, dan tidak menimbulkan tekanan psikologis.

Psikolog klinis anak dan remaja dari Universitas Padjadjaran, Mariska Johana H, M.Psi, menegaskan bahwa puasa sebaiknya dipahami sebagai proses perkembangan, bukan sekadar kewajiban atau aturan yang dipaksakan.

“Puasa dapat dikenalkan sebagai latihan menunda keinginan, sarana membangun regulasi emosi, serta ibadah yang memiliki nilai spiritual dan manfaat kesehatan. Ketiga aspek ini saling terkait dan perlu dijelaskan secara bertahap sesuai usia anak,” kata Mariska, dikutip Kamis (29/1/2026).

BACA JUGA: Anak Susah Makan? Dokter Anak Bagikan Tips Makanan Tinggi Kalori agar Berat Badan Naik Perlahan

Usia Prasekolah (3–6 Tahun): Belajar Menunggu dan Sabar

Pada usia prasekolah, anak masih berpikir konkret dan sangat dipengaruhi pengalaman emosional. Puasa pada tahap ini bukan kewajiban penuh, melainkan latihan sederhana untuk menunggu dan belajar sabar.

Anak dapat diajak mengenali rasa lapar sebagai sensasi yang datang dan pergi, serta memahami bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi. Nilai spiritual diperkenalkan dengan bahasa sederhana, misalnya bahwa mencoba berpuasa adalah perbuatan baik yang disukai Allah.

Fokus utama pada usia ini adalah membangun pengalaman puasa yang aman, hangat, dan menyenangkan.