Usia Ideal Anak Belajar Puasa dan Cara Mengenalkannya Tanpa Tekanan

Usia Sekolah Awal (7–9 Tahun): Belajar Mengendalikan Diri

Memasuki usia sekolah awal, anak mulai memahami hubungan sebab dan akibat. Puasa dapat dikenalkan sebagai latihan mengendalikan diri sekaligus ibadah yang bernilai pahala.

“Anak diajak memahami bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan emosi, memperbaiki sikap, dan memperbanyak kebaikan,” ujar Mariska.

Nilai spiritual dikaitkan dengan perilaku konkret seperti bersabar, berbagi, dan membantu orang lain. Pada tahap ini, anak juga mulai diperkenalkan manfaat puasa bagi tubuh, seperti membantu mengatur pola makan dan kebiasaan sehari-hari.

Usia Sekolah Akhir hingga Remaja Awal (10–12 Tahun ke Atas)

Pada usia ini, anak sudah mampu berpikir lebih reflektif. Puasa dipahami sebagai ibadah yang melibatkan niat, kesadaran diri, dan tanggung jawab pribadi.

Anak dapat diajak melihat puasa sebagai latihan menyeluruh, mulai dari menahan lapar, mengelola emosi, menjaga pikiran, hingga mendekatkan diri kepada Tuhan. Puasa juga dipahami sebagai cara membangun kebiasaan hidup sehat dan merawat diri secara positif.

Strategi Orang Tua Mengenalkan Puasa

Mariska menyarankan orang tua menggunakan pendekatan yang ramah anak, antara lain:

  • Menonton video atau film edukatif tentang Ramadhan sesuai usia anak

  • Berdiskusi dengan pertanyaan terbuka tentang makna puasa

  • Mengajak anak mengikuti kegiatan keagamaan ramah anak

  • Mengalihkan fokus dari rasa lapar dengan aktivitas bermakna seperti sholat bersama, berbagi, dan bersedekah

Aktivitas ini membantu anak memahami bahwa puasa bukan hanya menahan diri, tetapi juga mengisi waktu dengan nilai, ibadah, dan kebiasaan positif.