“Koordinator PKL harus berkoordinasi. Tidak boleh ada tebaran sampah. Kalau habis dagang masih banyak sampah, saya sikat. Tidak boleh dagang lagi di situ,” ujarnya.
Kebijakan tegas ini diambil seiring meningkatnya volume sampah di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir. Farhan mengungkapkan, timbulan sampah mengalami kenaikan hingga sekitar 20 persen, dipicu oleh tingginya aktivitas belanja masyarakat dan menjamurnya PKL di berbagai titik keramaian.
Pemkot Bandung saat ini juga tengah melakukan rekayasa pengangkutan sampah guna mengatasi lonjakan volume tersebut. Upaya ini dilakukan agar kebersihan kota tetap terjaga meski aktivitas masyarakat meningkat signifikan menjelang Lebaran.
Baca Juga: Wisata Hutan Pinus di Bandung yang Instagramable, Cocok untuk Healing dan Berburu Foto Alam
“Sekarang kami sedang melakukan rekayasa pengangkutan sampah, karena kondisinya memang cukup kerepotan. Timbulan sampah meningkat sampai 20 persen, terutama dari aktivitas belanja dan titik-titik PKL,” jelas Farhan.
Dengan adanya peringatan ini, Pemkot Bandung berharap para PKL dapat lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Selain menjaga estetika kota, langkah tersebut juga penting untuk memastikan kenyamanan warga dan wisatawan selama momentum Lebaran 2026.***





