BeritaBandungRaya.com – Rencana pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di RT 4 RW 2, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, mendapat penolakan dari warga setempat. Meski mendukung program MBG secara umum, warga keberatan jika dapur tersebut beroperasi di lingkungan mereka.
Sebagai bentuk penolakan, warga memasang spanduk yang berisi dukungan terhadap program MBG namun menolak lokasi dapur. Spanduk itu dipasang di portal akses jalan menuju permukiman.
Ketua RW: Warga Tidak Pernah Mendapat Sosialisasi
Ketua RW 02 Badri Furqan menyebut penolakan warga muncul sejak kabar pembangunan dapur MBG pertama kali mencuat. Menurutnya, warga terkejut karena tidak pernah menerima sosialisasi dari pihak pengelola.
“Warga heboh karena tidak ada sosialisasi. Kami sudah berdialog dengan pengelola tetapi warga tetap menolak karena khawatir aktivitas dapur mengganggu lingkungan,” ujar Badri, Senin (10/11/2025).
Keluhan warga antara lain potensi kebisingan, operasional dapur di malam hari, serta pengelolaan sampah. Mereka menilai keberadaan dapur bisa mengganggu kenyamanan jangka panjang.
Badri mengatakan warga menyarankan agar dapur MBG dipindahkan ke lokasi lain yang lebih luas dan tidak langsung berdampingan dengan permukiman.
Pengelola MTP: Dapur Belum Beroperasi, Semua Kekhawatiran Sudah Dijelaskan
Sekretaris Yayasan Pengelola Dapur MBG Parakan Batununggal, Baban, menjelaskan bahwa dapur tersebut sebenarnya belum beroperasi karena masih harus melalui rangkaian verifikasi Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan bahwa semua kekhawatiran warga sudah dijelaskan dalam pertemuan, termasuk soal bising, sampah, hingga penataan pagar.
“Untuk pengolahan sampah justru kita ingin memberi manfaat. Semua aspek teknis sudah kami jelaskan kepada warga,” katanya.












