BeritaBandungRaya.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi menghadapi fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai “Godzilla El Nino” dalam beberapa bulan ke depan. Istilah tersebut merujuk pada El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dapat memicu dampak besar terhadap cuaca global.
BRIN menjelaskan, fenomena ini pertama kali diperkenalkan oleh peneliti NASA pada 2015 untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan luar biasa. El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di wilayah ekuator Samudra Pasifik yang berdampak langsung pada perubahan pola cuaca, termasuk di Indonesia.
Dalam prediksinya, BRIN menyebut kemunculan Godzilla El Nino akan berbarengan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang semakin memperparah kondisi iklim di Tanah Air. Kombinasi dua fenomena tersebut diperkirakan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, kering, dan minim curah hujan.
“Pembentukan awan dan hujan lebih banyak terjadi di wilayah Samudra Pasifik, sehingga Indonesia cenderung mengalami kekurangan awan dan hujan,” tulis BRIN dalam keterangan resminya.
Kemarau Lebih Panjang dan Tidak Merata
Berdasarkan model prediksi musim BRIN, periode April hingga Juli 2026 akan didominasi kemarau kering di sebagian besar wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi berlanjut hingga Oktober 2026.












