Ancaman Kebocoran dan Penyalahgunaan Data
Skor kredit digital mengandalkan data pribadi yang sangat sensitif. Risiko kebocoran data dapat berujung pada:
-
Kesalahan interpretasi profil finansial
-
Penolakan kredit tanpa alasan yang transparan
-
Kerugian reputasi keuangan yang sulit dipulihkan
Keamanan data menjadi tantangan besar dalam ekosistem keuangan digital.
Normalisasi Utang Sejak Dini
Kemudahan PayLater membuat utang konsumtif terasa wajar. Jika digunakan secara berulang tanpa kendali, riwayat skor kredit akan didominasi cicilan konsumsi, bukan transaksi produktif, sehingga menurunkan kredibilitas finansial pengguna di mata lembaga keuangan.
Stigma Digital yang Berkepanjangan
Skor kredit digital berpotensi menciptakan stigma sosial-ekonomi baru. Pengguna dengan skor rendah berisiko tersisih dari sistem keuangan formal, meskipun sebenarnya memiliki potensi ekonomi dan kemampuan bayar yang baik.
BACA JUGA: Tips Gen Z Wujudkan Rumah Pertama di Tengah Tantangan Finansial
Ketergantungan pada Sistem yang Tidak Transparan
Banyak pengguna tidak mengetahui secara pasti bagaimana skor kredit dihitung, cara memperbaikinya, atau berapa lama catatan negatif akan bertahan. Minimnya transparansi ini membuat konsumen berada dalam posisi yang lemah saat berhadapan dengan sistem kredit digital.
Kesimpulan
Skor kredit digital sejatinya dirancang untuk memperluas inklusi keuangan. Namun tanpa literasi keuangan yang memadai dan penggunaan yang bijak, sistem ini justru dapat menjadi penghambat masa depan finansial. PayLater bukan sekadar soal kemudahan berbelanja hari ini, melainkan tentang reputasi finansial jangka panjang yang sedang dibentuk—atau bahkan dirusak—tanpa disadari.***







